JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bantuan pemerintah terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM pada tahun depan masih akan terus dilanjutkan. Upaya ini merupakan salah satu cara untuk memulihkan perekonomian yang tersungkur akibat pandemi corona.

"Untuk (bantuan) UMKM 2021 tetap akan diteruskan (dan dialokasikan) Rp 48,8 triliun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat, 14 Agustus 2020.

Bantuan diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR, pembiayaan UMKM, serta penempatan dana di perbankan yang nantinya akan diserap pelaku usaha. Adapun UMKM merupakan salah satu sektor yang terimbas akibat pagebluk.

Pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 22 triliun sebagai bantuan produktif bagi UMKM secara cuma-cuma alias gratis. Bantuan tersebut siap diberikan untuk 9,1 juta pelaku usaha di tahap awal masing-masing Rp 2,4 juta.

Sri Mulyani menjelaskan pemerintah telah memproyeksikan belanja untuk pemulihan ekonomi pada 2021 sebesar Rp 365,5 triliun. Adapun besaran pagu belanja pada 2021 secara keseluruhan naik 23,1 persen dari 2020.

Selain UMKM, bantuan pembiayaan terhadap korporasi masih akan dilanjutkan dengan pagu sekitar Rp 14,9 triliun. Uang ini diperuntukkan bagi lembaga penjaminan dan BUMN yang melakukan penugasan.

--page


Kemudian, pemerintah masih akan memberikan insentif bagi dunia usaha sekitar Rp 20,4 triliun. Bantuan diberikan dalam bentuk pajak ditanggung pemerintah, pembebasan PPh impor, dan pengembalian pendahuluan PPN.

TERAS.ID