BORNEONEWS, Sampit - Narkoba sangat mempengaruhi emosi pengonsumsinya. Itu tergambar terhadap ulah seorang ibu dan kekasihnya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tega menganiaya anak kandungnya hingga luka-luka dan patah tangan.
"Narkoba sangat memengaruhi emosi bagi yang mengonsumsinya, apalagi terhadap seorang wanita. Itu yang menimbulkan emosi negatif terhadap ibu korban hingga melampiaskan kepada anaknya," kata Miswatun, salah seorang psikolog di Kotim, Rabu, 26 Agustus 2020.
Dia menerangkan, emosi ada berbagai macam elemen. Namun yang dialami pelaku adalah emosi yang memengaruhi tempramental yang tidak stabil.
Biasanya, emosi tersebut akan mencari orang sekitar yang tidak berdaya. Sehingga, pelaku melampiaskan emosinya, salah satunya anak.
"Penganiayaan yang terjadi kemungkinan bisa lebih parah, jika saat itu korban tidak segara diketahui dan ditangani," kata Miswatun.
--page
Faktor lain selain sabu juga bisa terjadi dalam kekerasan rumah tangga tersebut. Salah satunya ekonomi dan tuntutan hidup. Sehingga, emosi menjadi tidak terkontrol dan cenderung temperamen.
Dia berpesan agar kejadian tersebut bisa menjadi suatu contoh bagi masyarakat luas. Karena dampak dari penggunaan narkoba akan merusak masa depan dan juga rumah tangga.
"Lebih baik jauhi narkoba, karena tidak ada keuntungan, hanya merugikan," terang Miswatun. (MUHAMMAD HAMIM//B-11)








