PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Renson mengatakan sektor pertanian selama ini ternyata mampu berkembang dam tumbuh positif meski dilanda pandemi Covid-19.

Hal itu terbukti dari kontinuitas kebutuhan produk-produk hasil pertanian, terus meningkat seiring waktu sebagai bahan pangan pokok, untuk memenuhi permintaan pasar komoditas pertanian pangan berupa sayuran, buah-buahan.

"Sektor pertanian dan pangan terbukti bisa menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi daerah dan nasional karena mampu bertumbuh positif di saat sektor lain justru mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19," katanya, Jumat 4 Desember 2020.

Sejauh ini pihaknya telah mengeluarkan anggaran belanja tak terduga (BTT) sektor pertanian tahun anggaran 2020 sebanyak Rp 3,6 miliar lebih.

Dana itu untuk melakukan 4 langkah strategi pemulihan ekonomi dampak pandemi covid-19 yaitu peningkatan sarana prasarana dan penyuluhan melalui bimbingan teknis masyarakat terdampak pandemi covid-19.

--page

Kemudian untuk pengelolaan, peningkatan dan pemasaran bidang perkebunan, peningkatan produksi dan pemasaran bidang pertanian hingga peningkatan produksi hasil peternakan melalui sarana pengadaan budidaya ayam broiler.

Langkah strategi pemulihan ekonomi tersebut dijalankan sebagai inovasi dalam rangka membuka lapangan kerja bagi para korban PHK. 

Dari hasil itu pihaknya banyak membuka peluang kesempatan kerja dan telah menyerap 150 orang tenaga kerja pada sektor pertanian. (HENDRI/B-6)