PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagian besar aksi balap liar di Pangkalan Bun didominasi oleh para pemuda dan remaja. Oleh karena itu, Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat (Kobar) AKP Feriza Winanda Lubis meminta kepada orang tua untuk dapat mengawasi anaknya agar tidak terlibat dalam aksi balap liar.

AKP Feriza Winanda Lubis mengakui bahwa kasi balap liar di saat bulan ramadan cenderung ada peningkatan. Ia pun menyebut tidak cukup hanya petugas saja yang mencegah, tapi tetap membutuhkan peran serta orang tua.

"Orang tua harus tegas melarang anaknya, apabila anaknya keluar rumah dengan tujuan yang tidak jelas. Hal ini agar anak tidak ikut-ikutan aksi balap liar yang kian meningkat saat Ramadan," kata Kasatlantas, Senin, 19 April 2021.

Lubis menyebutkan, remaja dan pemuda yang terlibat dalam aksi balap liar ini dinilai lepas kontrol orang tua. Sebab mereka ini bisa membeli knalpot yang kabarnya paling murah seharga Rp 450 ribu. Kemudian motor yang digunakan rata-rata STNK atas nama orang tua.

"Orang tua sangat dan harus serius dengan masalah ini. Sebab, aksi balap liar mengganggu Kamseltibcar Lantas dan juga akan berakibat fatal bila terjadi kecelakaan, yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain," ungkapnya.

--page

Dia melanjutkan, Satlantas Polres Kobar terus melakukan pencegahan dan pembubaran aksi balap liar di Pangkalan Bun. Tak hanya itu, Satlantas juga menindak dengan memberikan sanksi tegas dan terukur serta E-Tilang, bagi siapa saja yang tertangkap saat melakukan aksi balap liar.

"Sanksi yang kita berikan berupa pembuatan surat pernyataan, sanksi denda dan juga penyitaan untuk kendaraan yang tidak dilengkapi surat menyurat dan tidak sesuai spesifikasi," jelasnya.

Lubis menambahkan, saat ini, pihaknya tengah memperhatikan kajian peredaran penjualan knalpot racing yang terus ada di Kabupaten Kotawaringin Barat. (DANANG/B-7)