PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan April tahun 2021, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,12 persen. Inflasi terjadi berdasarkan 2 kota acuan yakni Palangka Raya dan Sampit.

Melalui rilisnya, Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan untuk Palangka Raya mengalami deflasi sebesar 0,06 persen yang dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,38 persen.

"Selain itu ada juga kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,17 persen," beber Eko, Senin, 3 Mei 2021.

Kemudian untuk Sampit mengalami inflasi sebesar 0,44 persen yang dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 22,08 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,79 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,25.

"Kalau untuk laju inflasi tahun kalender di Kalteng sebesar 0,54 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,33 persen," tuturnya.

--page

Sementara itu, dari 90 kota pantauan IHK nasional ada 72 kota yang mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi selama April 2021.

Deflasi tertinggi terjadi di Jayapura yakni 1,26 persen dan inflasi tertinggi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen.

Selanjutnya, Palangka Raya menempati peringkat ke-15 kota deflasi, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-17 kota inflasi. (DONNY D/B-7)