PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng), Erlin Hardi menyampaikan pantauan terkini kondisi banjir di lima wilayah Kalteng.

Erlin Hadi mengatakan, kejadian banjir di Kabupaten Kapuas, total masyarakat yang terdampak yakni 6.608 Kepala Keluarga (KK) dan 4.835 unit rumah terendam.

Kemudian, untuk rumah ibadah ada 18 unit terendam, sarana pendidikan 16 unit, sarana kesehatan 1 unit, dan 12 titik akses jalan.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Lamandau, Kecamatan Bulik, di Desa Sei Liku mengakibatkan akses jalan penghubung desa tidak bisa dilalui.

Namun menurut Erlin, meski tidak ada rumah warga yang terdampak banjir, tetapi ketinggian debit air di Lamandau yang masih bertahan diangka 70-85 centimenter, masih harus diwaspadai.

--page

Sedangkan kondisi banjir di Barito Utara sudah mulai surut, begitupun di Pulang Pisau, di Kecamatan Banama Tingang. Tinggal banjir di Jalan Trans Kalimantan-Kuala Kurun, Desa Penda Barania dimana debit air mencapai 25 centimeter dari titik terdalam. 

"Pendataan dan pemantauan terus dilakukan Pemda setempat bersama BPBD dengan berkoordinasi dengan pihak aparat Kecamatan dan Desa setempat,” jelasnya.

Selanjutnya, Banjir di Desa Muara Sumpoi, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, Kabupaten Murung Raya saat ini merendam akses jalan dan jembatan menuju desa. Meski demikian, masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasa, dan belum ada rumah warga yang terendam banjir.

“Tetapi di sana dalam kondisi waspada dikarenakan debit DAS Barito saat ini masih mengalami peningkatan. BPBD Murung Raya (Mura) juga melakukan pemantauan secara berkala disana,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-7)