KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Halal Bihalal antara Pengurus Yayasan, pendidik, peserta didik dan orangtua peserta didik TK Islamiyah Golkar Kapuas dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan Milad- ke-71 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kapuas, dan kelas parenting dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat menyampaikan sejumlah pesan kepada pengurus IGTKI untuk selalu memperkuat kerjasama sehingga sekolah dapat memenuhi delapan daftar periksa menyikapi pandemi Covid-19 sebagai adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Kemendikbudristek telah menetapkan sebanyak 16 satuan pendidikan (2 TK/PAUD, 8 SD, 4 SMP dan 2 SMA) sebagai penerima manfaat dari Program Sekolah Penggerak (PSP) selama tiga tahun ke depan sejak tahun ini, salah satunya adalah TK Islamiyah Golkar Kapuas," kata Suwarno, Minggu, 13 Juni 2021.

Pelaksanaan PSP terdiri dari lima intervensi yang saling terkait yakni pendampingan konsultatif dan asimetris antara program Kemendikbud dan pemerintah daerah, penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, dan guru.

--page

"Juga agar pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter, perencanaan berbasis data serta digitalisasi sekolah," pesannya.

Selain itu, masih tingginya angka stunting (kekerdilan), dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kapuas berkomitmen kuat untuk menurunkannya melalui berbagai kegiatan pada SOPD terkait.

Di antaranya pemberian edukasi melalui kelas parenting (pertemuan antara Pengelola PAUD, Perwakilan TP PKK, Kepala Desa dan masyarakat) dengan tujuan tumbuhnya kesadaran masyarakat yang memiliki anak usia 2 – 6 tahun terdaftar sebagai peserta didik pada PAUD.

"Juga penyuluhan tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) maupun melalui buku panduan," ucapnya.

Kehadiran orangtua atau wali murid di kelas parenting adalah upaya untuk mengingatkan kepada ibu agar patuh dan disiplin mengkonsumsi tablet zat besi, vitamin C dan kalsium. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)