BORNEONEWS, Palangka Raya - Menurut data yang dirilis oleh BPS Kalteng, pada bulan Juni 2021 Kalteng kembali mengalami inflasi sebesar 0,25 persen.
Inflasi yang terjadi tersebut dihitung berdasarkan 2 kota acuan yaitu Palangka Raya dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Inflasi di Palangka Raya sebesar 0,08 persen dan sampit 0,54 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Sabtu, 3 Juli 2021.
Dia menuturkan, inflasi terjadi di Palangka Raya karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,49 persen.
Kemudian, ada juga kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,46 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,27 persen.
Sedangkan inflasi yang terjadi di Sampit dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,97 persen.
--page
Selanjutnya, kelompok, transportasi 0,71 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,55 persen.
"Kalau untuk laju inflasi tahun kalender di Kalteng yaitu sebesar 1,23 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahunnya sebesar 1,30 persen," jelasnya.
Disisi lain, dari 90 kota pantauan Indek Harga Konsumen (IHK) nasional ada 34 kota yang mengalami inflasi dan 56 kota deflasi selama Juni 2021.
Deflasi tertinggi terjadi di Kupang yakni sebesar 0,89 persen dan inflasi tertinggi di Singkawang 1,36 persen. Sedangkan, Palangka Raya menempati peringkat ke-26 kota inflasi dan Sampit menempati peringkat ke-7 kota inflasi. (DONNY D/B-7)









