BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur menggelar pertemuan untuk membangun kesepahaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di perbatasan kedua kabupaten tersebut, Kamis, 15 Juli 2021.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur, Riza Rahmadi menyebut karhutla adalah masalah bersama yang dihadapi setiap tahun oleh kedua kabupaten yang bertetangga ini.
"Karena itu pertemuan dilakukan untuk menyepakati langkah-langkah pencegahan dan penanganan karhutla terutama di perbatasan Barsel - Bartim," ungkap Riza kepada wartawan usai pertemuan yang dilaksanakan di Kantor BPBD Damkar Barito Timur.
Dia mengatakan, meski BPBD Barsel dan Bartim telah membangun kesepahaman dalam penanganan karhutla namun untuk mencegah terjadinya bencana karhutla perlu dukungan dari semua lapisan masyarakat serta perusahaan perkebunan yang ada di perbatasan kedua untuk mencegah terjadinya karhutla.
Perkiraan musim kemarau dari BMKG menyebutkan, musim kemarau tahun ini di Bartim dimulai pada dasarian kedua bulan Juni, namun hingga kini belum ditemukan adanya titik api.
--page
"Kita bersyukur dalam beberapa minggu terakhir curah hujan masih terjadi di bartim sehingga belum ditemukan titik api, mudah-mudahan tahun ini musim kemarau tidak panjang, " kata Riza. (BOLE MALO/B-5)









