PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemkab Pulang Pisau melalui Asisten I Setda Pulpis HM Syariful Pasaribu  menyerahkan secara simbolis berupa 16 ekor sapi untuk bantuan hewan kurban, Jumat (16/07/2021).

Dalam  sambutan Plt Bupati Pulpis Pudjirustaty Narang yang dibacakan Asisten I Setda Pulpis itu mengatakan penyerahan hewan kurban dilaksanakan secara langsung oleh pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kepada pihak panitia dan nantinya pihak panitia lagi yang membagikan kepada warganya yang berhak menerima.

Selain itu, ia juga menuturkan penyerahan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian Pemerintah setempat terhadap masyarakat Kabupaten Pulang Pisau dan harapannya kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dan pihak panitia dapat menjadi berkah bagi semua orang, ungkapnya

“Untuk tahun ini Pemkab Pulang Pisau menyalurkan sebanyak 16 ekor sapi, dan kebijakan ibu Bupati, 16 ekor sapi ini akan disalurkan ke 7 Kecamatan termasuk Kecamatan Kahayan Hilir,” ungkap Asisten 1 Setda Pulpis HM. Syaripul Pasaribu.

Untuk pembagian daging hewan qurban ini nantinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diambil menggunakan kupon, namun langsung dibagikan ke rumah-rumah warga.

--page

“Kita meminta kepada panitia kurban, kalau bisa tidak ada kerumunan warga, dan daging langsung dibagikan kerumah-rumah warganya seperti tahun sebelumnya,” kata Syaripul.

Syaripul juga mengimbau kepada masyarakat supaya tetap menerapkan protokol kesehatan pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah tahun 2021 ini.

Ia menjelaskan, Prokes pengambilan hewan kurban sesuai arahan pemerintah, yaitu hewan qurban dipastikan dalam keadaan sehat pelaksanaan dilakukan di tempat terbuka, para petugas selalu menjaga tangan dan masker serta membawa peralatan masing-masing. 

"Saya berharap bahwa dengan adanya penyerahan hewan ourban pada hari ini yang telah kita ketahui masih dalam suasana pandemi covid 19 dapat membantu mengurangi beban masyarakat," tambahnya.

Tim Teknis Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau turun kelapangan untuk melakukan validasi data dan memeriksa kesehatan hewan kurban.

--page

"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini untuk memastikan agar hewan yang akan di sembelih untuk kurban itu betul-betul sehat dan aman," katanya.

Slamet mengatakan, pelaksanaan kurban ditengah pandemi covid-19, baik mulai dari penjualan dan pemotongan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur pelaksanaan kebiasaan baru atau perubahan pola hidup pada situasi pandemi covid-19.

Sehingga kata Slamet, diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan covid-19 ditempat penjualan dan pemotongan hewan kurban dengan memperhatikan faktor-faktor resiko, diantaranya interaksi antar orang dengan jarak yang dekat dan lamanya waktu pada saat kegiatan kurban.

"Kita ingin kegiatan penjualan hewan dan pemotongan hewan kurban dalam situasi pandemi covid-19 dapat berlangsung secara aman, tentunya dengan mempertimbangkan pencegahan dan memutus rantai penyebaran virus covid-19, dan sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban dengan penyesuaian kebiasaan baru dalam situasi pandemi covid-19," jelas Slamet

Ia juga menyampaikan untuk ketersediaan dan potensi hewan kurban di Kabupaten Pulang Pisau cukup aman, dimana terdapat 250 ekor sapi dan 150 ekor kambing.

--page

"Kalau untuk stok hewan kurban di Kabupaten Pulang Pisau cukup banyak, yakni untuk sapi ada 250 ekor dan kambing sebanyak 150 ekor, " pungkasnya. (ang)