PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai jawaban dari tantangan pembangunan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah, peningkatan infrastruktur diantaranya adalah jalan merupaka hal yang perlu ditingkatkan.

Hal tersebut dismapaikan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah, saat  melaksanakan groundbreaking CSR konsorsium tahap V dan CSR gaya baru di desa Arga Mulya kecamatan Pangkalan Banteng, Kamis, 5 Agustus 2021.

Bupati mengatakan dalam program konsorsium tahap V ini melibatkan 7 perusahaan yang memiliki target pengerjaan jalan sepanjang 105 km. 

"Perusahaan yang terlibat diantaranya PT. Astra Agro Lestasi, PT. Kalimantan Sawit Abadi, PT. Surya Borneo Industri, PT. Korintiga Hutani, PT. Surya Sawit Sejahtera, PT. Bumitama Gunajaya Agro Dan PT. Bangunjaya Alam Permai. Sedangkan untuk CSR gaya baru dilaksanakan serah terima atas peningkatan ruas jalan Sungai Pakit – Arga Mulya – Kebon Agung – Sungai Kuning dengan panjang sekitar 15 km," jelas Bupati 

Menurut Bupati, kegiatan ini merupakan bagian komitmen Pemkab Kobar dalam mewujudkan visi daerah yatu “Gerakan Membangun Kotawaringin Barat Menuju Kejayaan Melalui Kerja Nyata Dan Ikhlas” diseluruh bidang.

--page

"Untuk mewujudkannya ditempuh melalui berbagai strategi dan kebijakan pembangunan infrastruktur.  Sebagai pemecahan persoalan atas keterbatasan anggaran yang ada, pemkab kobar berinovasi dengan menggandeng sektor swasta melalui program corporate social responsibilty atau program kemitraan bina lingkungan (CSR)," jelas Bupati.

Bupati mengatakan, pelaksanakan program CSR konsorsium maupun CSR gaya baru ini dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur jalan secara merata, meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan terhadap hasil pembangunan yang berkeadilan dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Peningkatan infrastruktur ini memiliki arti penting, mengingat Kobar menjadi  kawasan strategis dan pintu gerbang bagian barat provinsi Kalteng, yang diproyeksikan akan berkembang lebih pesat dalam konstelasi regional maupun nasional," jelas Bupati

Sehingga, menurut Bupati, dengan terwujudnya konektivitas jalan darat, laut dan udara dengan Pangkalan Bun sebagai pusat pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam program pembangunan. (WAHYU KRIDA/B-5)