| BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mendorong, program Kotim terang harus menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dari itu kata dia pemerintah kabupaten harus aktif berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemerataan kelistrikan hingga ke pelosok, karena masih ada puluhan desa belum dialiri listrik. “Kami menekankan agar persoalan listrik masuk desa ini bisa terealisasi secara merata, program Sampit Terang ini impelemntasinya harus bisa dirasakan oleh semua elemen masyarakat tidak hanya di daerah perkotaan,” kata Juliansyah, Senin, 23 Agustus 2021. Ia menyebutkan bahwa peluang untuk percepatan perluasan jaringan listrik di Kotawaringin Timur masih terbuka. Namun, perlu kesamaan pandangan antara pemerintah kabupaten dengan PLN untuk menyamakan semangat dalam melakukan pemerataan kelistrikan. Belum meratanya kelistrikan menjadi perhatian DPRD, karena selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Masih ada desa yang belum dialiri listrik oleh PLN. --page "Sehingga warga selama ini hanya mengandalkan listrik menggunakan genset maupun listrik tenaga surya saja," ucapnya. Juliansyah mengatakan pihaknya siap bersama dengan pemerintah daerah ketika ingin mengaliri listrik di sebuah wilayah. "Kami siap bantu bersama agar kendala-kendala tiang listrik yang melintas di konsesi perusahaan itu tidam bermasalah dan dipermasalahkan, karena ini untuk kepentingan banyak orang jadi terlalu disayangkan kalau ada investor yang terkesan menghalangi masuknya listrik ke pelosok desa sana,” tandasnya. Ada 49 desa yang belum berlistrik di Kotim, karena ada beberapa kendala yang dihadapi pihak PLN untuk pembangunan jaringan listrik. Salah satunya ketersedian akses jalan darat yang layak untuk pengangkutan material dan peralatan. Selain itu, turut menjadi kendala yakni izin pembebasan lahan atau tanam tubuh tanaman di sepanjang rencana jalur jaringan listrik. (NACO/B-5) |
Program Kotim Terang Harus Gandeng PLN
Bagikan:

SAMPIT –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
GMNI-GPM Ultimatum PLN, Minta Krisis Pemadaman Listrik Kalteng Segera Diatasi
PLN Ungkap Tiga Pembangkit Rusak Jadi Penyebab Pemadaman di Kalimantan
Aliansi Palangka Raya Gelap Gelar Aksi Damai di Kantor PLN, Minta Pertemuan Langsung Pimpinan Wilayah
Terkait Kompensasi Bagi Pelanggan Terdampak Pemadaman, Pihak PLN Pangkalan Bun Belum Bisa Pastikan Jadwal Pemberian
PLN Perkirakan Pemadaman Bergilir di Kabupaten Kobar Berakhir Minggu Kedua Agustus
PLN Jelaskan Alasan Jadwal Pemadaman Bergilir Sering Berubah
Komentar (0)
Memuat komentar…







