BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya melaksanakan rapat koordinasi terkait asesmen nasional berbasis komputer. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu diikuti SD/MI, SMP/MTS,SMA/SMK/MA dan PKBM, Rabu, 25 Agustus 2021.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, H Akhmad Fauliansyah menyampaikan perubahan mendasar pada Asesmen Nasional (AN) adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil.
“Potret layanan dan kinerja dari setiap satuan pendidikan dari hasil asesmen Nasional Ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Kota Palangka Raya," katanya.
Dia menjelaskan Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu pertama, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kogrutif yaitu literasi dan numerasi.
Aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang Ingin mereka tekuni di masa depan.
--page
Kedua adalah Survei Karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sowal-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil pelajar Pancasila yang berlandaskan keimanan dan bertakwa kepada Allah serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, benalar kritis, dan kreatif.
Ketiga, yakni tentang Survei Lingkungan Belajar yaitu Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. (HENDRI/B-5)









