SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur menilai warga terdampak banjir di Kotawaringin Timur saat ini belum memerlukan tempat pengungsian maupun dapur umum. 

"Kami belum mendirikan tempat pengungsian. Sebab, sebagian besar warga mengungsi ke tempat kerabat mereka yang berada di dataran lebih tinggi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotim, M Yusuf, Senin, 6 September 2021.

BPBD Kotim mendata dari sebanyak 7 kecamatan yang saat ini mengalami musibah banjir, ada sebanyak 4.900  kepala keluarga yang terdiri sekitar 10.000 jiwa. 

Banjir di Kotim, saat ini sudah merendam 7 kecamatan di Kotawaringin Timur. Kecamatan tersebut di antaranya, Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Bukit Santuai, Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan, Kecamatan Tualan Hulu, Kecamatan Parenggean, dan Kecamatan Kota Besi.

"Untuk ketinggian air di wilayah Utara sudah mulai berkurang. Namun sepertinya di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, makin parah," ungkap Yusuf. 

--page

Ketinggian air di wilayah Utara sebelumnya 1,5 meter kali ini sudah mulai berkurang. Sedangkan di Desa Hanjalipan, ketinggian air paling parah mencapai 2 meter. 

Pihaknya memastikan penyaluran bantuan terus dilakukan. Demikian dengan kesehatan warga terdampak banjir juga terus dipantau. 

"Penyaluran bantuan terus berjalan. Kami juga memantau kesehatan warga lewat fasilitas kesehatan setiap wilayah yang ada," pungkas Yusuf. (USAY NOR RAHMAD/B-5)