BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keberadan barisan relawan kebakaran (Balakar) dinilai pemerintah daerah, sangat membantu peran Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Kotawaringin Barat, karena jumlah personel Damkar cukup terbatas untuk cakupan luasan wilayah di Kobar.
Bupati Kobar, Nurhidayah secara langsung meminta kepada kepala desa dan lurah untuk dapat segera membentuk Balakar. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran, baik kebakaran pemukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.
"Saya harapkan nanti, tolong kelurahan yang belum bentuk segera dibentuk relawan Balakar, ini untuk mempermudah komunikasi kita. Melalui realwan, mereka dapat selalu menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait penyebab kebakaran dan cara memadamkannya," katanya, Kamis, 7 Oktober 2021.
Dalam kesempatan ini bupati mengukuhkan 3 Balakar yaitu Balakar Huma Singgah Itah Kelurahan Mendawai, Relawan Balakar Kelurahan Baru dan Balakar Manggala Yudha Desa Kumpai Batu Bawah.
"Jadi memang batu ada 2 kelurahan dan 1 desa, harapannya ke depan wilayah yang rawan kebakaran pemukiman dapat segera dibentuk guna menciptakan keamanan dan kondusifitasan lingkungan," ujarnya.
--page
Bupati beharap pemerintah desa khususnya dapat megalokasikan dana desa, untuk penguatan sarana dan prasarana pendukung dalam mengatasi kebakaran. Sehingga, alat dan tim yang ada dapat menanggulangi api sebelum membesar.
Bupati menambahkan kebanyakan kasus kebakaran terjadi karena masalah konsleting listrik, kelalaian atau human eror. Seperti lupa matikan kompor saat ditinggal pergi. Kemudian, Kobar juga memiliki cuaca yang ekstrem, sehingga kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau tiba.
"Hal - hal penyebab kebakaran harus betul - betul kita antisipasi, mari kita terus bersinergi untuk menjaga Kobar sekaligus di momen HUT Kobar ke 62 ini, membangun bersama Kobar Jaya," pungkasnya. (DANANG/B-6)









