BORNEONEWS, Sampit - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit melakukan tes urine kepada para pegawainya. Upaya itu untuk melakukan berbagai deteksi dini akan adanya Handphone, pungutan liar dan narkoba (Halinar) di Lapas Sampit
Lapas Sampit juga telah membentuk Tim Satopspatnal (Satuan Operasional Kepatuhan Internal) yang beranggotakan pegawai disemua bidang tugas.
Tim ini bertugas melakukan berbagai upaya sosialisasi aturan, deteksi dini dan pencegahan masuk atau keluarnya barang-barang terlarang termasuk didalamnya adalah narkoba
Purwantoko selaku Ketua Tim Satopspatnal mengatakan bahwa berbagai cara telah kami tempuh untuk memerangi narkoba yang salah satu di antaranya dengan dilaksanakannya tes urine secara mendadak kepada sembilan belas pegawai dan bahkan Kalapas Sampit juga mengikuti kegiatan tes urine itu.
"Dari total sembilan belas orang pegawai Lapas Sampit setelah dilakukan tes urine diketahui bahwa hasilnya adalah negatif (tidak terindikasi mengonsumsi narkoba)," katanya, Jumat, 3 Desember 2021.
--page
Kegiatan tes urine ini sengaja dilakukan mendadak agar dapat mengetahui secara pasti dan perkembangan terkini ada/tidaknya pegawai yang mengonsumsi narkoba.
"Tes urine juga akan terus kami lakukan baik secara rutin maupun insidentiil (mendadak) kepada seluruh pegawai maupun kepada para WBP" tukasnya
Sementara itu Kalapas Kelas IIB Sampit, Agung Supriyanto memberikan apresiasinya atas kinerja Tim Satopspatnal dan seluruh pegawai yang tetap komitmen serta terus melakukan berbagai upaya deteksi dini pencegahan masuknya narkoba ke dalam Lapas Sampit.
Baik melalui sosialisasi baik kepada pegawai maupun WBP, tes urine baik kepada pegawai maupun WBP, razia terhadap barang badan maupun barang bawaan pegawai/tamu, barang titipan, keluar masuknya kendaraan serta razia dikamar hunian dan lingkungan sekitar blok hunian baik diselenggarakan secara mandiri maupun bekerjasama dengan instansi terkait.
"Saya selaku Kalapas akan selalu memantau sekaligus akan selalu mengikuti kegiatan tes urine seperti ini. Semua harus kita mulai dari kesadaran diri sendiri dan semangat bersama untuk memerangi narkoba karena narkoba adalah musuh kita bersama. Jangan ada satupun pegawai Lapas Sampit yang mengkonsumsi mengedarkan/ memfasilitasi masuknya narkoba," tukas Agung
Kalapas juga terus memerintahkan kepada Tim Satopspatnal dan seluruh pegawai untuk melakukan deteksi dini, perangi narkoba dan terus bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya. Hal inilah yang menjadi kunci Pemasyarakatan Maju seperti yang diperintahkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. (NACO/B-6)









