BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi salah satu yang diminati masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Bahkan, jumlahnya yang terdata di Dinas Koperasi dan UMKM Kotim mencapai 31.838 pelaku UMKM.
"Degan jumlah tersebut, seharusnya dapat menjadi sebuah langkah konkret bagi daerah kita dalam upaya pemulihan ekonomi daerah," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 06 Desember 2021.
Oleh sebab itu, saat ini ia meminta kepada SOPD terkait agar benar-benar mendorong peningkatan produksi dan pasar bagi para pelaku UMKM tersebut.
Karena, dalam beberapa tahun terakhir saat pandemi Covid-19 melanda Kotim. Sektor UMKM salah satu yang turut terdampak. Namun, jika dibandingkan pelaku usaha bersekala besar, pelaku UMKM masih mampu bertahan.
--page
Meski begitu, pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong peningkatan aktivitas UMKM di daerah ini. Karena berhubungan langsung dengan masyarakat.
"Saya harap kedepan UMKM Kotim bisa lebih baik lagi, baik dari segi pemasaran, kemasan, rasa, dan tentunya izin BPOM serta sertifikasi halal. Sehingga produk yang dijual bukan murahan dan menarik pembeli," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









