KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pendidikan atau Disdik Kabupaten Kapuas telah melakukan penelaahan dan persiapan penerbitan buku Baca Tulis Alquran atau BTA program Tuntas Baca Tulis Al Qur’an (TBTQ).

Penelaahan dilakukan langsung oleh Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat, bersama penerbit, pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI).

Adapun program itu telah dicanangkan oleh Bupati Kapuas di akhir tahun 2019 lalu, kini terus ditingkatkan dari pembiasaan menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal dengan menerbitkan buku Baca Tulis Al Qur’an (BTA).

Suwarno Muriyat yang juga Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas ini jelang akhir Tahun Pelajaran 2021/2022 KKG dan MGMP PAI segera menuntaskan amanah ini.

“Buku baca tulis Al Qur’an untuk jenjang SD dan SMP ditargetkan segera terbit dan telah siap digunakan menjadi buku pegangan para pendidik dan peserta didik menjadi muatan lokal mata pelajaran Baca Tulis Al Qur’an tahun pelajaran 2022/2023,” katanya, Senin 7 Februari 2022.

Ia menambahkan jika nantinya para Pengajar BTA akan diberi pelatihan penggunaan buku dimaksud sehingga semakin tepat sasaran dan mempercepat pencapaian tujuan TBTQ serta menggandeng LPTQ setempat sebagai supervisor dan pengujinya.

“Peserta didik akan diuji oleh LPTQ saat duduk di kelas V dan VII sehingga ada waktu setahun untuk remedial dan pemberian Sertifikat TBTQ sebagai syarat dalam melanjutkan studi ke jenjang SLTP dan SLTA yang merupakan salahsatu pencapaian Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas.

Adapun muatan lokal sejenis bagi yang beragama Kristen dan Katholik akan menggandeng Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah. Lalu Utsawa Dharma Gita bagi agama Hindu dan Tandak Intan Kaharingan bagi Kaharingan.

--page

Haris selaku Ketua KKG PAI SD dan Rahmatullah Ketua MGMP PAI SMP masing-masing didampingi Pengurus Inti menyatakan kesiapan melaksanakan penelaahan buku dan penuntasan BTA.

“Buku BTA sangat dibutuhkan peserta didik dan para pengajar agar efektif dan efisien dalam pembelajaran sekaligus menjadi indikator penilaian dan ketuntasan TBTQ," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)