PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalangan pengusaha muda di Kalimantan Tengah (Kalteng) membentuk organisasi yang diberi nama Gerakan Pengusaha Muda Kristen Inovatif (GPMKI). Deklarasi sekaligus Kongres I GPMKI tersebut dilaksanakan di Aula Christian Center, Palangka Raya, Selasa 22 Februari 2022.

Organisasi ini dibentuk dengan dilandasi tekad kuat untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak Pandemi Covid-19. Upaya yang direncanakan dalam organisasi ini adalah pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing dalam pemasaran produk berbasis digital.

Salah satu pendiri GPMKI, Heri Kristianto mengatakan masyarakat di Bumi Tambun Bungai tidak boleh menjadi penonton di tengah derasnya kemajuan ekonomi berbasis digital saat ini. Sehingga wadah inovatif sangat diperlukan pengusaha untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Organisasi ini adalah wadah untuk pengusaha bersaing di era digital, membentuk jaringan dan membuat usaha-usaha inovatif," katanya.

Lahirnya GPMKI bukan tanpa alasan, menurut Heri hal itu adalah salah satu upaya membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang selama terpuruk akibat terpaan pandemi Covid-19.

--page

Pasalnya, pemerintah juga perlu peran pengusaha muda bergotong royong memulihkan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja baru. 

"Para pelaku usaha mikro kecil kita gandeng dan mengajak agar melek digitalisasi supaya mampu meraih pangsa pasar yang lebih luas. Dengan begitu pemulihan ekonomi dapat terwujud," ungkapnya.

Hadirnya GPMKI di Kalteng juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Persatuan Inteligensia Indonesia (PIKI) Kalteng, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalteng serta elemen lainnya yang hadir saat Kongres I.

"Harapannya agar masyarakat lokal di Kalteng dapat bersaing di era digital ini, jangan sampai menjadi penonton dan GPMKI menciptakan pengusaha baru yang berdampak baik kepada masyarakat dan lingkungan," pungkasnya. (HENDRI/B-5)