PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Yuliana, produsen amplang Tiga Putri, warga Gang Kapuk RT 1 Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah mulai bisa bernafas lega setelah sempat mengalami kendala produksi akibat kesulitan minyak goreng.

Pasalnya sejak minggu lalu, ia sudah mulai menggunakan minyak goreng produksi PT Citra Borneo Utama (CBU) bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group.

"Biasanya dalam satu kali produksi saya menggunakan sekitar 20-40 liter minyak goreng. Saat terjadi kelangkaan, harganya bisa mencapai Rp 335.000 per 20 liter," kata Yuliana.

Setelah PT CBU mulai mendistribusikan minyak goreng sesuai HET yang ditentukan pemerintah yaitu Rp 14.000 untuk minyak kemasan dengan standar SNI, Yuliana bisa mendapatkan minyak goreng untuk berproduksi dengan harga bagus.

"Memang penggunaan minyak ini baru saya gunakan untuk satu kali produksi. Sementara ini hasilnya lumayan baik. Selain itu kami juga bisa mendapatkan stok minyak goreng yang memenuhi standar produksi amplang dengan harga murah," katanya.

Yuliana menambahkan, saat terjadinya kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu serta bila stoknya ada harganya mengalami kenaikan, ia terpaksa berimprovisasi dalam kuantitas penjualan agar tidak mengalami kerugian.

"Contohnya bila pelanggan membeli per bungkus, terpaksa saya kurangi sedikit isinya. Kemudian berat bersih per bungkus sengaja tidak ditulis. Karena bila saya tulis, sama saja mengakali konsumen. Kecuali bila konsumen membeli dengan takaran berat, misalnya per kilogram, barulah saya berikan berat produk yang sesuai, namun harganya terpaksa kami naikkan," jelas Yuliana.

--page

Yuliana berharap, kelangkaan minyak goreng seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini bisa segera teratasi.

"Kemudian saya juga berharap agar kualitas minyak goreng produksi PT CBU juga bisa ditingkatkan. Bila dalam produksi amplang saya tidak memperoleh kendala selama menggunakan minyak goreng tersebut, pastinya saya akan terus menggunakannya dalam produksi. Karena selain lebih murah, pastinya minyak goreng ini hasil produksi warga kita di Provinsi Kalteng," pungkas dia. (WAHYU KRIDA/B-11)