BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pendidikan atau Disdik Kabupaten Kapuas kembali mencanangkan program pembiasaan berbudaya Dayak Ngaju di lingkungan sekolah.
Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat mengajak Korwil Bidang Pendidikan Selat MAS Muntoha, pengawas/penilik, PSDKT, Komunitas Guru Penggerak, kepala sekolah, guru, orangtua dan peserta didik melakukan pembiasaan berbahasa Dayak Ngaju, menari maupun belajar seni, budaya, kerajinan dan pencak silat.
“Setiap hari Jumat di lingkungan sekolah TK, SD dan SMP se Kabupaten Kapuas untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis kearifan lokal melalui pembiasaan berbudaya Dayak Ngaju maupun pembiasaan religius sebagai upaya pemertahanan budaya lokal dan nasional," katanya, Selasa, 22 Maret 2022.
Seperti halnya, lanjut dia, yang telah dilaksanakan di SDN 3 Selat Hilir, telah menari manasai bersama, berbahasa Dayak, menyanyi, bercerita serta menyaksikan atraksi seni bela diri oleh PSDKT (Pencak Silat Dayak Kalimantan Tengah).
Dirinya optimis, pembiasaan ini akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan dalam rangka pembentukan karakter peserta didik, sejalan dengan profil pelajar pancasila dan menciptakan suasana sekolah sebagai taman bagi siswa dalam meraih cita-citanya.
--page
Sementara itu, Kepala SDN 3 Selat Hilir, Ratu MW mengatakan, sekolah yang dipimpinnya dalam setahun terakhir terus bergerak melakukan inovasi perubahan wujud dukungan pencapaian empat tujuan Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas (PHKC)
“Semboyan sekolah kami adalah ITAH merupakan akronim Iman, Tertib, Aman dan Hebat yang terus bersinergi melakukan perubahan yang sejalan pula dengan Program Sekolah Penggerak," ucap Ratu.
Atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pendidikan, SDN 3 Selat Hilir telah menjalankan PSP, mewujudkan filosofi Ki Hajar (kita harus belajar) dalam merdeka belajar yang berpusat pada peserta didik.
Hal senada diutarakan Made Pujangga, Ketua Komunitas Guru Penggerak Kapuas didampingi anggota dan pengurus PSDKT. Mereka siap berkolaborasi untuk mewujudkan pembiasaan pemertahanan budaya.
“Kami bersama PSDKT kini intens berkomunikasi untuk menyusun modul ajar pencak silat bagi peserta didik jenjang SD dan SMP. Bukan hanya gerakkannya tetapi filosofi yang melatarbelakanginya sebagai pembentuk karakter peserta didik,” tuturnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









