PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins mengatakan Bank Indonesia terus mendorong inklusi ekonomi dan keuangan serta memperkuat peran UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional atau PEN.

"Penguatan UMKM ini kami lakukan melalui penyempurnaan kebijakan rasio kredit UMKM menjadi kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau RPIM pada Agustus 2021," kata Yura pada Rabu, 20 April 2022.

Kebijakan ini memberikan opsi yang lebih luas bagi Perbankan antara lain melalui perluasan mitra bank dalam penyaluran pembiayaan inklusif, sekuritisasi pembiayaan inklusif, dan model bisnis lain.

"Pada 2022, Bank Indonesia kembali memperkuat implementasi kebijakan RPIM terutama melalui pemenuhan komitmen bank terhadap target RPIM yang ditetapkan sesuai dengan keahlian dan model bisnis bank," katanya.

BI juga memberikan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan inklusif dan/atau bank-bank yang memenuhi target RPIM berupa pengurangan kewajiban GWM harian.

"Ini upaya-upaya yang dilakukan Bank Indonesia, yang mudah-mudahan dapat mendorong dan memperkuat inklusi ekonomi," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)