PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum lama ini, Presiden RI, Joko Widodo telah mengumumkan kebijakan mengenai diperbolehkannya membuka masker di ruang terbuka. Menanggapi itu, Legislator Kalteng yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi III, Siswandi menilai, kebijakan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap beberapa sektor. Sebab, selama ini, seperti salah satunya UMKM sangat terdampak.

"Melandainya penyebaran Covid-19 dan target vaksinasi di setiap daerah yang sudah tercapai membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan ini. Saya rasa ini sangat bagus dan akan memberikan dampak positif terhadap sektor UMKM dan lainnya," ucap dia, Rabu, 1 Juni 2022.

Disebutkannya, dengan adanya kebijakan tersebut, juga tidak secara langsung akan menambah rasa optimis maupun kepercayaan diri masyarakat bahwa pandemi Covid-19 benar-benar berakhir dan mampu dilawan.

"Kalau menurut saya pesan dari kebijakan ini masyarakat akan merasa optimis Covid-19 dapat berakhir dan perekonomian mereka bisa kembali pulih terutama pelaku UMKM, karena selama ini kita tau masyarakat mapun pelaku UMKM sangat terdampak dan dari segi ekonomi menurun. Jadi, adanya kebijakan buka masker ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri untuk kembali bangkit," tuturnya.

Meski demikian, sambung dia, masyarakat juga harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan, terutama memakai masker ketika pada saat berada atau berkumpul di dalam ruangan serta berada di kerumunan meski itu di luar ruangan.

--page

"Jika pada saat tidak dalam situasi berkumpul atau semacamnya ya boleh saja membuka masker. Lain halnya jika sedang berkumpul atau berada dalam ruangan. Itu juga merupakan syarat yang harus tetap dipatuhi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tetap harus dapat memantau kebijakan buka masker ini. Sebab, menurut Siswandi meskipun pandemi Covid-19 saat ini terus melandai, yang namanya virus tetap harus diwaspadai.

"Begitu juga dengan vaksinasi harus tetap digencarkan. Saya rasa Kalteng untuk vaksinasi saat ini sudah bagus, bahkan kemarin stok vaksin sempat kurang. Artinya, masyarakat sudah antusias untuk divaksin bahkan hampir ke pelosok-pelosok," pungkasnya. (DONNY D/B-7)