PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan ternak, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat menyiagakan pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

"Puskeswan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit terutama penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini marak menyerang hewan ternak jenis sapi dan kambing di sejumlah wilayah," ucap Kepala Distan Pulpis Slamet Untung Rianto melalui Kepala Bidang Pertenakan dan Kesehatan Ternak, Distan Pulpis Ibrahim.

Ia menjelaskan ada empat lokasi yang disiapkan menjadi pusat kesiapsiagaan Puskeswan itu, yakni Kecamatan Kahayan Hilir, Maliku, Pandih Batu dan Kahayan Tengah.

Untuk Puskeswan Kahayan Hilir, wilayah kerjanya mencakup Kecamatan Jabiren Raya. Selanjutnya, Kecamatan Maliku sampai kecamatan Sebangau Kuala dan Kecamatan Pandih Batu sampai Kahayan Kuala kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang.

"Saat ini mulai disiapkan, keempat Poskeswan ini akan dipimpin oleh dokter hewan yang bekerja di wilayahnya masing-masing. Semua ini tujuannya tidak lain untuk melakukan pengawasan-pengawasan khususnya ternak yang masuk ke wilayah kerjanya tadi," katanya. 

--page

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, Ibrahim mengungkapkan hingga saat ini di Provinsi Kalimantan Tengah sudah ada tiga kabupaten yang terserang PMK, diantaranya Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim) dan Lamandau.

Jadi dalam mengantisipasi penyebaran PMK ke Kabupaten Pulpis, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi agar untuk sementara waktu tidak menerima ternak-ternak melalui Pelabuhan Bahaur.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk tidak menerima hewan ternak sementara waktu ini. Terutama masuknya ternak-ternak dari Paciran Lamongan Jawa Timur guna mengantisipasi wabah PMK tersebut," tegasnya. (ang)