PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Valentina Lovina Tanate mengatakan bahwa bahasa dan sastra daerah tidak boleh sampai terabaikan karena merupakan aset nasional.

"Bahasa dan sastra daerah sebagai aset dan kekayaan nasional sekaligus identitas dan cerminan karakter bangsa Indonesia tidak boleh terabaikan," kata Valentina, Selasa, 23 Agustus 2022.

Hal ini disampaikan Valentina dalam kegiatan Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Daerah II atau yang disingkat dengan istilah Sinar Bahtera II yang diselenggarakan secara daring dan luring.

"Kemajuan teknologi semestinya menjadi peluang untuk merancang atau merekayasa teknik yang tepat dalam hal pelestarian dan pelindungan bahasa dan sastra daerah," tutur Valentina lagi.

Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilakukan di 12 provinsi di Indonesia diharapkan menjadi pemantik sekaligus memberikan arah dan panduan bagi kegiatan pada ranah pelindungan dan pelestarian.

"Hal itu sangat penting untuk mewujudkan ketahanan budaya yang kuat dan mantap," tegasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga. Kementerian Koordinator Bidang PMK RI.

--page

Kemudian ada Kepala Pokja Pembinaan Tenaga Sejarah dan Film, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kementerian Dikbudristek RI. Kepala BPMP Kalimantan Tengah, Kepala BGP Kalimantan Tengah, Para kepala balai dan kantor di seluruh Indonesia, Para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya, Para pemakalah utama, Para pemakalah pendamping, Para guru master, serta para peserta daring. (TESTI PRISCILLA/B-11)