PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali melaksanakan Uji Coba Soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif sebagai bagian dari upaya memastikan keandalan soal sebelum digunakan secara lebih luas kepada masyarakat.

Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dari Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia, Muston Sitohang, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, uji coba diperlukan untuk melihat apakah soal yang telah disusun benar-benar sesuai dengan karakteristik peserta berdasarkan profesi masing-masing.

“Setiap tahun diadakan, untuk melihat keandalan soal itu berdasarkan profesi. Untuk siswa cocok tidak, sebelum dilempar ke publik,” ujar Muston kepada Borneonews pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Hal ini disampaikan Muston di sela kegiatan Uji Coba Soal UKBI Adaptif tersebut digelar pada 26-27 Agustus 2026 di Laboratorium Komputer Digital Marketing SMKN 2 Palangka Raya.

Ia menjelaskan, soal UKBI tidak diberikan secara sama kepada seluruh peserta. Sistem mengatur soal berdasarkan profesi, sehingga setiap peserta dapat menerima susunan soal yang berbeda.

Meski demikian, tingkat kesulitan soal tetap diupayakan sama. Dengan mekanisme tersebut, Balai Bahasa dapat melihat apakah soal yang dibangun telah memiliki tingkat keterbacaan dan kesesuaian yang baik untuk berbagai kelompok peserta.

“Jadi soalnya itu dibedakan dari profesi, dalam profesi yang sama pun tiap orang juga beda-beda, namun tingkat kesulitannya sama,” jelasnya.

Uji coba ini menjadi tahap penting sebelum soal digunakan secara lebih luas. Masukan peserta, termasuk kesalahan teknis maupun substansi soal, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan UKBI pada tahun berikutnya. (TESTI PRISCILLA/y)