SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 10 orang pegawai regu pengamanan dan 35 orang narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sampit dites urine. 

"Tes urine tersebut dilakukan atas perintah pimpinan kami, dan hasilnya tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda mengkonsumsi narkoba," ujar Tim Satopspatnal Lapas Kelas IIB Sampit Purwantoko, Kamis, 8 September 2022. 

Tes urine digelar sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan tersebut. Baik terhadap pegawai maupun warga binaan yang mendekam di balik jeruji besi. 

Sehingga, jika memang ada yang menggunakan barang haram itu, dapat diketahui agar segera diambil tindakan demi keselamatan seluruh orang-orang yang ada di lingkungan Lapas Kelas IIB Sampit. 

"Kegiatan ini juga dimaksud untuk mengantisipasi masuknya obat-obatan terlarang," kata Purwantoko. 

--page

Pihaknya sepakat dan akan berupaya maksimal untuk memerangi narkoba di Lapas Kelas IIB Sampit. Karena, tidak bisa dipungkiri, kekhawatiran tersebut bisa saja terjadi dika ada kelengahan dari pihaknya. 

"Upaya maksimal terus kami lakukan untuk memerangi narkoba. Baik terhadap pegawai kami, ataupun WBP," terang Purwantoko. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)