PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi Kalimantan Tengah atau Kalteng tercatat masuk 3 tertinggi di Indonesia pada bulan Agustus 2022 yakni - 6,9 persen, dengan salah satu kota yang dipantau yakni Kota Sampit yang mengalami inflasi sebesar - 7,5 persen. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yura Djalins menyikapi hal tersebut.

"Inflasi tahunan di Kalimantan Tengah pada Agustus 2022 terpengaruh oleh beberapa hal seperti kenaikan harga energi global akibat perang Rusia-Ukraina, gangguan mata rantai pasokan akibat Covid-19, serta keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang berdampak pada gangguan panen," kata Yura pada Kamis, 15 September 2022.

Yura Djalins menjelaskan, komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar Kalteng ialah tarif air minum PAM, tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, beras dan kue kering berminyak atau gorengan.

"Dari segi pangan bergejolak atau volatile food, selain beras, minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras dan ikan nila juga menjadi komoditas penyumbang inflasi," bebernya.

Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan pemantauan harga angkutan udara sudah mulai mengalami normalisasi.

--page

"Demikian halnya cabai rawit dan bawang merah seiring mulai masuknya musim panen pada sentra produksi di pulau Jawa. Beras juga diharapkan mulai memasuki musim panen pada September-Oktober termasuk pada sentra produksi di Kalteng," demikian kata Yura Djalins. (TESTI PRISCILLA/B-7)