BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi mendorong Dinas Pendidikan setempat agar memaksimalkan Program Sekolah Penggerak (PSP).
Legislator Partai Golkar menerangkan, sekolah yang telah mengikuti PSP sampai angkatan ketiga baru 14. Padahal, totalnya ada 99 sekolah.
"Karena kalau sekolah penggerak bisa berjalan baik otomatis akan meningkatkan mutu belajar. Angkatan kedua baru 14, artinya masih jauh,” katanya, Minggu, 18 September 2022.
Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Program ini berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
--page
PSP merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju.
Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. (HENDRI/B-7)









