BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah melaksanakan Rapat Pengendalian Inflasisosial dengan membahas terkait program bantuan sosial.
Rapat yang dilaksanakan di ruang Rapat Kantor Bupati Pulang Pisau itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulang Pisau, Tony Harisinta dihadiri Forkopimda dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Pulang Pisau.
“Dari hasil rapat itu bahwa bantuan sosial dari Dinas Sosial, Dinas Perindagkop akan melaksanakan kegiatan pasar murah," ucap Tony sapaan akrab Sekda Pulpis itu.
Ia mengungkapkan kegiatan pasar murah sendiri akan dilaksanakan pada akhir bulan September di 8 Kecamatan yang ada di wilayah Pulang Pisau dengan teknis yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM).
"Sementara bantuan sosial dari Dinas Perhubungan akan diberikan subsidi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM),” tambah Tony.
--page
Dengan kucurkannya bantuan tersebut, lanjut Tony, diharapkan membantu masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau yang terdampak terhadap Inflasi daerah akibat kenaikan bahan bakar minyak.
“Pada rapat itu juga membahas Dinas PMD terkait ADD (Alokasi Dana Desa) perlu dilakukan percepatan pencairan terhadap desa yang menerimanya,” katanya.
Tony minta kepada pihak DPMD agar segera mensosialisasikan secara internal bersama dengan para kepala desa terkait besar anggaran yang akan dialokasikan ke masing-masing desa.
Hal ini, kata Tony, agar menghindari terjadinya ketimpangan alokasi anggaran.
“Kenaikan BBM ini berdampak kenaikan inflasi yang berpotensi menjadi inflasi permanen. Hal ini dapat menjadi perhatian kita semua. Saya harapkan minggu depan sudah ada aksi atas gagasan kita hari ini. Hingga dapat kita laporkan ke pusat, sehingga terealisasikannya percepatan atas arahan Presiden tentang Pengendalian Inflasi di Daerah,” tutupnya. (ang)









