BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Imbas dari padamnya listrik, membuat sejumlah hunian hotel di sejumlah hotel di Pangkalan Bun penuh. Pasalnya, banyak warga yang mengungsi saat pemadaman listrik.
Bahkan, ada beberapa warga yang sampai tidak dapat kamar. Seperti yang dialami Yuli bersama dengan suaminya, ia sudah keliling ke sejumlah hotel di Pangkalan Bun, namun ternyata semua sudah penuh dibooking.
"Kemarin saya dengan suami sudah bawa tas mau nginep di hotel, karena mati listrik dan susah air. Tapi semua hotel yang kami tuju penuh. Mulai dari Hotel Avilla, Jamrud, Hotel Novada dan infonya juga hotel Grand Kecubung yang terbilang mewah juga sudah penuh," ujarnya Kamis, 13 Oktober 2022.
Ia mengungkapkan, bahwa niatnya ke hotel alasannya karena air. Sebab, saat listrik padam seperti saat ini, ia kesusahan mendapat air.
Terpisah, Nuri Manager Marketing Grand Kecubung Hotel Pangkalan Bun mengatakan, tingkat hunian hotel pada hari biasa ini antara 50 hingga 65 persen. Bahkan dimomen tertentu tingkat hunian bisa mencapai 100 persen atau penuh.
Dampak dari pemadaman listrik yang terjadi sejak Selasa, 11 Oktober 2022 malam itu, membuat masyarakat banyak menginap di hotel.
"Malam pasca padam tidak terlalu penuh, namun mulai penuh 100 persen itu pada Rabu siang," ungkapnya.
--page
Hunian hotel ini selain dari wisatawan mancanegara yang sudah pesan jauh hari. Jumlah hunian yang dipesan wisatawan memang tak banyak dan sebagian lahi ada tamu hotel yang dinas di Kobar.
"Namun yang paling banyak kali ini masyarakat dari Pangkalan Bun yang banyak memesan kamar hotel sampai penuh," katanya.
Kebanyakan masyarakat Pangkalan Bun yang memesan kamar hotel ini karena dampak pemadaman listrik. Sehingga dengan menginap di hotel, pelanggan bisa menikmati semua fadilitas hotel.
"Bahkan untuk pemesanan ini sangat tinggi, sampai kami menolak karena sudah penuh di pesan. Baik itu kamar hotel tipe biasa hingga yang paling tinggi dari Rp 700 ribu sampai jutaan penuh," katanya. (DANANG/B-6)









