BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian atau Distan Kabupaten Kapuas menyebutkan bahwa padi varietas unggul inpari 37 memiliki ketahanan lebih dalam menghadapi serangan virus tungro.
Hal itu terlihat dari hasil panen padi yang dilakukan Distan Kapuas bersama BPP Tamban Catur di demplot tanam tahan tungro yang berada Desa Warna Sari Kecamatan Tamban Catur, baru-baru ini.
Plt Kepala Distan Kapuas Yaya menjelaskan keberadaan dari demplot tanam tahan tungro ini adalah upaya meyakinkan masyarakat agar tetap menanam padi dengan berinovasi mengubah bibit tanam dari padi lokal rentan terserang tungro kepada varietas unggul yang memiliki ketahanan.
“Kami ingin memberikan contoh di lahan demplot tanaman varietas padi tahan tingro ini,” kata Yaya, Senin, 17 Oktober 2022.
Dia ingin menunjukkan kepada para petani di daerah lahan yang terkena tungro untuk melakukan inovasi serupa.
Sebelumnya, dalam kegiatan panen tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Salman, Plt Kepala Distan Kapuas Yaya bersama sejumlah jajarannya, Kepala BPP Tamban Catur Sugiono beserta penyuluh lainnya.
Assisten II Setda Kapuas Salman mengatakan panen yang dilakukan kali ini adalah bukti padi unggul sebagai solusi untuk mengatasi wabah tungro di Kabupaten Kapuas.
--page
Untuk itu dirinya mengapresiasi atas inovasi yang telah dilakukan Dinas Pertanian bersama sejumlah pihak, sehingga padi varietas unggul ini dapat dipanen dengan baik.
“Jadi kita harap para petani jangan putus asa dan mau beralih ke padi unggul yang tahan terhadap virus tungro ini,” tutur Salman.
Salman pun menambahkan, walaupun penanaman varietas padi unggul ini baru dilakukan pada bulan Juli 2022, tetapi pada bulan Oktober 2022 sudah bisa dilakukan penen padi di lahan demplot yang luasnya kurang lebih 2 hektar tersebut. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)









