PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) mencatat komoditas bahan bakar rumah tangga menjadi langganan penyumbang angka inflasi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Berdasarkan data inflasi Kalteng dari bulan Januari hingga Oktober, bahan bakar rumah tangga merupakan komoditas yang paling sering menjadi 10 besar penyumbang inflasi,” sebut Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng Magfur, Rabu, 2 November 2022.

Ia mengatakan dengan andil inflasi yang cukup besar yakni 0,07 persen. Hal ini disusul dengan komoditas beras yang memiliki komoditas dengan rata-rata andil terbesar.

“Beras cukup sering menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu sebanyak 7x dari 10 bulan terakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik pada Oktober 2022 menunjukan deflasi di Kalteng sebesar 0,04 persen, berdasarkan dua kota acuan, Palangka Raya dan Sampit.

--page

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 115,18 dari 90 kota IHK, 29 kota mengalami inflasi dan 61 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,76 persen dengan IHK sebesar 114,84 dan deflasi tertinggi di Gunungsitoli sebesar 1,48 persen dengan IHK sebesar 113,05. (HERMAWAN DP/B-7)