BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam rangka peningkatan kemampuan relawan sosial masyarakat dalam penanganan masalah kebencanaan di daerah, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat melaksanakan kegiatan Pemantapan Taruna Siaga Bencana (TAGANA).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari itu (11-12 November 2022) dibuka langsung oleh Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang.
"Hakekat dari tujuan penanggulangan bencana adalah untuk mengurangi dan menekan dampak resiko bencana terhadap masyarakat. oleh karena itu segala aspek maupun proses yang terkait dengan upaya-upaya penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana," ucap Bupati dalam sambutannya saat membuka Pemantapan Tagana Kabupaten Pulang Pisau.
Taty sapaan akrab Bupati Pulpis itu mengungkapkan untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan upaya penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terpadu mulai dari pra bencana, saat terjadi bencana maupun pasca bencana.
Penanggulangan bencana berbasiskan masyarakat telah menjadi paradigma utama dalam upaya - upaya pengurangan resiko bencana.
--page
"Kolaborasi Pemerintah Pusat, pemerintah daerah dan semua pihak menjadi bagian yang terpenting dalam kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana," katanya.
Taty bupati perempuan pertama Pulpis itu menyebutkan Tagana mempunyai tugas membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan bencana baik pada saat pra-bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya.
"Hakekat dari tagana adalah relawan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketulusan, keikhlasan dan bukan keterpaksaan bagi kemanusiaan. untuk itu disanubari insan-insan tagana harus dilandasi kesukarelawanan. artinya berbuat untuk sesama secara rela tapi dilaksanakan dengan suka cita dan tidak berpamrih apapun," tambah Taty.
Tagana yang berprinsip pada one comand (satu komando)one rule (satu aturan)one corpsiunity (satu korsajunit), lanjutnya, berdasarkan ketiga hal tersebut, maka jiwa atau ruh tagana sebagai relawan kemanusiaan yang bermoralitas tinggi, cerdas dan profesional niscaya dapat terwujud.
"Artinya tagana harus memiliki komitmen yang kuat terhadap peran dan tanggung jawabnya sebagai potensi masyarakat taktis dalam penanggulangan bencana," lanjutnya.
--page
Oleh karena itu pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kembali semangat, pengetahuan dan keterampilan para anggota tagana sebagai pengembangan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana di wilayah Pulpis Pisau. (ang)









