Laporan: BUDI YULIANTO (Palangka Raya)

RATUSAN orang bekas anggota ormas terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dievakuasi dari area perkebunan Jalan Pramuka, Tjilik Riwut KM 6, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (9/2/2016). Pada pukul 14.10 WIB, evakuasi sedang berlangsung dengan pengamanan polisi dan TNI.

Pemerintah Kota Palangka Raya menyediakan dua bus. Selain itu juga ada dua unit truk milik Polres Palangka Raya.

Pemantauan Borneonews, bus maupun truk tersebut tidak bisa masuk sampai area perkebunan. Akibatnya, para eks Gafatara harus berjalan sekitar 2 kilometer (km) untuk sampai ke kendaraan evakuasi.

Tidak hanya orang tua, anak-anak juga tampak berjalan. Mereka harus menapi jalanan becek dan berlumpur setelah diguyur hujan

Menurut eks Gafatar Nono, evakuasi tersebut lantaran pihaknya mendapat perintah dari Pemerintah Kota Palangka Raya. "Kita mengikuti saja. Kata pemerintah hari ini harus dikosongkan," kata Nono, warga asal Jawa Timur.

Mereka akan tinggal sementara di Balai Latihan kerja, Dinas Sosial, dan Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut KM 7.

Kabag Ops Polres Palangka Raya Kompol Bronto mengatakan, di tempat itu terdapat 60 kepala keluarga dari 78 KK saat ini. Sisanya merupakan mereka yang tinggal di kawasan kota. (B-1)