PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau (Sekda Pulpis) Tony Harisinta meminta, Dinas terkait dapat memaksimalkan program yang terkait dengan percepatan penurunan stunting di wilayah Bumi Handep Hapakat. 

“Saya yakin semua Dinas sudah menjalankanq dengan baik startegi percepatan penurunan stunting ini. Akan tetapi yang menjadi tantangan adalah bagaimana memastikan bahwa seluruh program yang alokasi anggarannya berasal dari berbagai kementerian / lembaga, pemerintah daerah, maupun dari sumber-sumber lainnya dapat secara konvergen sampai kepada rumah tangga sasaran,” kata Sekda Pulpis itu.

Tony sapaan akrab sekda Pulpis itu mengungkapkan, percepatan penurunan stunting telah menjadi program prioritas utama bagi pemerintah daerah tidak hanya di Pulang Pisau, bahkan di setiap kabupaten yang ada di wilayah Kalimantan Tengah.

Ia juga mengatakan, konvergensi berbagai program yang terkait dengan penurunan stunting menjadi kata kunci untuk memastikan program-program intervensi dapat dilaksanakan dan dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat berkontribusi positif pada penurunan jumlah stunting di Pulang Pisau.

"Oleh kerena itu, perlu didukung oleh semua sumber daya yang dimiliki untuk memastikan bahwa segala bentuk intervensi yang dilakukan oleh Dinas terkait dengan program pendukungnya masing-masing sehingga dapat sampai pada keluarga yang dikategorikan sebagai keluarga berisiko stunting," pungkasnya.

--page

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bappedalitbang Pulang Pisau, Juman. Menurutnya, untuk mencapai keberhasilan program penurunan stunting maka diperlukan adanya dukungan yang nyata dari semua pihak. Baik secara intervensi spesifik maupun sensitif sehingga masalah pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Pulang Pisau dapat diselesaikan.

“Sebab kemajuan dan keberhasilan dalam sebuah pemerintahan indikatornya ada pada kesejahteraan sumber daya manusia,“ ucap Juman.

Ia juga menjelaskan, untuk dapat sebaran stunting, yang digunakan adalah berdasarkan basis data, yakni menggunakan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau E-PPGBM.

Di mana, kata Juman, kita dapat berbangga bahwa pada tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mengalami penurunan menjadi 17,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 21,65 persen.

“Sedangkan menurut studi status gizi Indonesia atau SSGI mengalami penurunan menjadi 24,6 persen pada tahun 2021. Semoga setiap tahunnya akan mengalami penurunan sampai mencapai target nasional menjadi 14 persen di tahun 2024,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, upaya penurunan prevalensi Stunting tersebut berdasarkan Perpres RI Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting dilaksanakan melalui lima pilar.

--page

Di mana dalam pilar pertama adalah peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

“Sehingga dilaksanakan melalui penggalangan komitmen yang ditandai dengan penandatanganan hasil kesepakatan berita acara,” tutupnya. (ang)