WALI Kota Palangka Raya Riban Satia pada Kamis (28/2/2016) lalu menyebut Eks Gafatar yang ada di Palangka Raya merupakan bagian dari 48 kabupaten/kota yang tersebar di 15 provinsi se-Indonesia.
Namun dia belum menjelaskan secara rinci 15 Provinsi yang dimaksud. Dari informasi yang disampaikan Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Palangka Raya Januminro di hari yang sama, beberapa provinsi itu yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau, Medan, Bengkulu, Sumatera Barat, Kalbar dan Kalteng.
Untuk Kalteng, informasi yang diperoleh Borneonews bahwa orang yang pernah bergabung dengan Eks Gafatar yakni Nehemia B Garang. Dia sebagai mantan pembina sekaligus penasihat plus pemilik lahan yang digarap Eks Gafatar di Jalan Pramuka, Tjilik Riwut Km 16.
Namun dalam proses evakuasi, Selasa (9/2/2016), dia tidak terlihat ikut. Awalnya Eks Gafatar berjumlah 80 KK. Tapi beberapa hari lalu, dua KK diantaranya sudah lebih dulu pulang ke daerah asal yakni Jakarta dan Bengkulu.
Sehingga saat ini, menyisakan 78 KK dengan jumlah 343 jiwa. Rinciannya adalah untuk mereka yang tinggal di Jalan Pramuka, Tjilik Riwut Km 16, terdiri dari kelompok tani Kejar Kedaulatan Pangan dengan jumlah 105 jiwa dari 27 KK.
Kemudian Barigas Tata Usanang sebanyak 127 jiwa dari 27 KK. Lalu, Berkah Mandiri Gemilang dengan jumlah 65 jiwa dari 15 KK.
Satu kelompok tani sisanya adalah dari Besuh Raya dengan jumlah 43 jiwa dari 9 KK. Kelompok tani ini yang tinggal di perkotaan. (BY/*)








