LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau, Hendra Lesmana meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah setempat dapat meningkatkan kualitas produk agar mampu berdaya saing di pasar.

“Pelaku UMKM harus benar-benar memperhatikan kualitas produk usahanya agar mampu bersaing dan diterima di pasar,” kata Bupati Hendra saat acara penyerahan bantuan stimulan permodalan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Lamandau, Kamis, 15 Desember 2022.

Hendra memaparkan, sektor UMKM yang dikembangkan di tengah masyarakat cukup pesat dengan berbagai jenis usaha olahan, mulai dari kuliner dan beragam hasil kerajinan hingga di sektor pelayanan dan jasa.

Dia mengakui, jumlah UMKM di Kabupaten Lamandau mencapai ribuan UMKM yang tersebar di delapan kecamatan. Bahkan, produk seperti jahe instan olahan menjadi salah satu produk UMKM andalan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Peningkatan kualitas produk ini harus dilakukan oleh pelaku UMKM mulai dari memilih bahan baku yang berkualitas sampai dengan menggunakan kemasan yang menarik konsumen,” jelasnya.

--page

Bupati mengatakan, sektor UMKM memberikan kontribusi besar terhadap pemulihan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba ini, terlebih pasca pandemi Covid-19.

“Pelaku UMKM juga harus dapat membaca peluang pasar agar lebih luas menjual produk dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana promosi dan penjualan,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial saat ini menjadi ruang efektif untuk memasarkan produk usaha lebih luas. Pihaknya juga memberikan kesempatan promosi dan pemasaran hasil UMKM seperti membuka bazar setiap ada kegiatan.

“Kami sudah sering membuka bazar dengan harapan memberikan ruang promosi dan penjualan produk UMKM,” kata dia.

Sejauh ini, imbuh Hendra, pihaknya optimistis bahwa produk UMKM yang dikembangkan oleh pelaku usaha di daerahnya mampu bersaing dengan produk UMKM dari luar daerah, terutama produk makanan olahan.

--page

“Kuncinya pada pemilihan bahan baku, promosi, pemasaran dan dikemas dengan menarik. Terakhir, harus jeli membaca peluang pasar,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-7)