Jalan lingkar kota yang sekarang sudah mulus beraspal, tepatnya sebelum terusan menuju lokasi Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, sering jadi aksi balapan liar oleh sejumlah remaja laki-laki. Tak sedikit warga pengguna kendaraan mengaku terganggu dengan seringnya aksi balapan liar itu.
Selain sering jadi jalur balapan liar, juga kadang jadi tempat pesta minuman keras. Mengingat lokasi sepanjang jalan lingkar kota tersebut terbilang sepi karena jauh dari pemukiman warga.
Madi, 45, warga Desa Persil Raya mengatakan, ia sering mendapati para kawula muda melakukan aksi balapan liar saat arus lalu lintas kendaraan terlihat sepi. Bahkan ada warga lain yang mengingatkan para remaja untuk tidak melakukan aksi balapan yang dinilai sangat membahayakan.
“Biasanya balapan liar itu dilakoni pada sore hari. Namun begitu petugas dari kepolisian melakukan patroli di lokasi, sering terlihat sejumlah anak muda meninggalkan lokasi jalan lingkar kota yang dijadikan ajang tempat nongkrong. Bahkan pernah terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku balapan liar dengan sejumlah petugas kepolisian berpakaian dinas yang menggunakan kendaraan roda dua,” kata Madi, Jum’at (19/2).
Menyangkut seringnya aksi balapan liar tersebut, Madi berharap pihak kepolisian selalu rutin melakukan patroli baik sore ataupun malam hari. Karena lokasi jalan lingkar kota Kuala Pembuang itu dinilai sangat rawan terhadap aktivitas negatif para remaja. (PARNEN/m)







