Ternyata monyet liar yang terkena strum di belakang mess karyawan PLTU Kumai menyebabkan padamnya listrik di tiga Kabupaten, yakni Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Seruyan. Bukan hanya di empat kecamatan di Kotawaringin Barat.
Meski akhirnya monyet tersebut mati karena terkena strum listik bertegangan tinggi, namun dampaknya CB Cubicle Cen ko 1 rusak. Cubicle merupakan perangkat panel hubung bagi dengan yang dipasang dalam gardu induk. Cubicle ini berfungsi sebagai pembagi, pemutus, penghubung, pengontrol dan proteksi sistem penyaluran tenaga listrik ke sejumlah pusat beban.
"Padam total karena CB Cubicle-nya rusak, sementara monyetnya juga mati kesetrum," kata Kepala PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto saat dihubungi Borneonews, Rabu (9/3/2016) sore.
Gangguan monyet yang meloncat dari pohon ke kabel interkoneksi PLN itu terjadi tidak hanya kali ini saja. Tahun lalu kurang lebih ada 15 kasus. Dan tahun ini dua kasus padam total akibat monyet kesetrum.
"Paling rawan itu di jalur interkoneksi dari PLTU Kumai sampai ke wilayah dekat Bandara Iskandar, karena itu merupakan jalur induk dan banyak pohon yang berjarak tidak aman dengan jalur," katanya.
Dia menjelaskan jarak aman dari tiang atau kabel jalur interkoneksi ke pohon minimal lima meter. Sedangkan di wilayah itu beberapa titik jaraknya ada yang berdampingan sampai satu meter saja antara pohon dan jalur interkoneksi. Akibatnya selain rawan gangguan karena aktivitas hewan, juga bisa gangguan pohon tumbang menjadi ancaman menimpa jalur.
"Kita di lapangan kesulitan membebaskan pohon yang dekat jalur, karena masyarakat pemilik lahan keberatan pohonnya ditebang," kata dia.
Pantaun di lapangan, perbaikan jaringan listrik oleh pihak PLN memakan waktu lebih dari tiga jam. Listrik mulai mengalami pemadaman sekitar pukul 14.40 WIB. Akibat gangguan itu, beberapa warga nampak kesal, sebagian ada yang berpendapat jika PLN banyak alasan.
"Alasan ini itu, rusak ini rusak itu. Kapan sih listrik kita ini normal?" ungkap Mukhlis, warga Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar.
Andi, warga Pangkalan Bun meminta PLN intens memperhatikan lingkungan yang berdampak terhadap kelancaran jaringan listrik. Sehingga, ketika satu masalah selesai, tidak datang lagi masalah baru.
"PLN kan punya hak untuk membuat jalur jaringan listrik itu aman dari gangguan, masalah masyarakay tidak setuju ya bukan alasan tepat. Daripada dampaknya merugikan orang banyak," pinta dia. (CECEP HERDI/m)







