BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mendorong ketersediaan pasokan pangan, khususnya aneka cabai yang merupakan komoditas penting dalam pengendalian inflasi, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas telah melakukan panen perdana cabai rawit pada Kamis, 6 April 2023.
"Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP tersebut dilakukan di lahan cabai rawit kelompok tani di Desa Bentuk Jaya, Dadahup, Kabupaten Kapuas," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Taufik Saleh dalam rilisnya pada Jumat, 7 April 2023.
Taufik Saleh menjelaskan bahwa luas lahan cabai rawit percontohan yang dikembangkan Bank Indonesia tersebut saat ini seluas 1,25 hektar dan dilaksanakan penanaman secara bertahap oleh 15 anggota kelompok tani.
"Hal ini dimaksudkan agar pasokan terjaga sepanjang waktu dan harga tetap stabil, sehingga membantu pengendalian harga cabai rawit dan petani tidak mengalami kerugian akibat harga jatuh," tuturnya.
Sesuai dengan kondisi cabai yang dipanen saat ini, lanjutnya, diperkirakan sampai selesai masa panen nantinya, setiap 1 batang tanaman bisa menghasilkan sekitar 1 kg cabai rawit, sehingga dalam luasan 1 hektar dapat dihasilkan produksi 11 hingga 14 ton.
--page
Acara panen dimulai pukul 14.30 WIB karena sebelumnya hujan lebat dan angin kencang di lokasi panen sampai spanduk acara roboh tertiup angin. Hujan baru reda pukul 14.00 WIB, sehingga acara baru mulai jam 14.15 sampai 15.45.
Hadir dihadiri Kadis Pertanian, Yaya, beserta jajaran, Kepala BPP, Arpani, perwakilan kepala desa bentuk jaya dan lain-lain. Acara panen perdana diawali dengan panen bersama di titik lokasi panen, dilanjutkan acara sambutan dan diskusi di saung kelompok tani yang ada di lokasi panen. (TESTI PRISCILLA/Y)









