PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa kenaikan harga beras yang mengakibatkan inflasi di Kalteng bulan Maret 2023 dipicu oleh harga beli gabah dan harga eceran tertinggi atau HET.

"Beras ini memang jadi salah satu pemicu inflasi, kenaikan harganya berkaitan dengan penetapan kenaikan harga beli gabah dan HET beras oleh pemerintah," kata Taufik pada Sabtu, 8 April 2023.

Taufik menambahkan bahwa meskipun terjadi inflasi di bulan Maret ini, jika dilihat dari tahun lalu inflasi Maret 2023 dinilai melandai.

"Hal itu tidak terlepas dari sinergi antar lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID baik di provinsi maupun kabupaten," tutur Taufik lagi. 

Pantauan Borneoenews, sampai saat ini komoditas beras di Palangka Raya masih mengalami kenaikan harga.

--page

Beras premium merek Mayang Usang dari Rp18.000 per kg naik menjadi Rp27.000 per kg, beras Siam Arjuna dari Rp20.000 per kg menjadi Rp22.000 per kg,beras Karang Dukuh dari Rp22.000 per kg menjadi Rp23.000 per kg, Mayang Hanyar dari Rp17.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg.

Sementara itu beras merek Lahap dari harga Rp12.500 per kg naik menjadi Rp15.000 per kg, beras merek Raja Lele dari harga Rp12.000 jadi Rp15.000, begitu pula beras Lahap Lele dari harga Rp12.000 kg jadi Rp15.000 per kg. (TESTI PRISCILLA/H)