BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa pencapaian Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD Kalteng perlu terus ditingkat demi mendukung Pemda di Provinsi Kalimantan Tengah dapat mencapai tahap Digital secara keseluruhan.
"Untuk saat ini baru terdapat 4 Kabupaten dan Kota yang berada pada tahap Digital, yaitu Kabupaten Lamandau, Kota Palangkaraya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Indeks ETPD secara berurutan sebesar 86,3 persen, 85,2 persen, 83,9 persen, dan 80,1 persen, sementara Kabupaten lainnya berada pada tahap Maju," kata Taufik dalam rilis pada Selasa, 9 Mei 2023 mengenai pelaksanaan Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau FEKDI 2023.
Menurut Taufik, upaya yang dilakukan antara lain melalui pendampingan kepada Pemda guna dapat meningkatkan kompetensi digital sumber daya manusia, edukasi guna meningkatkan literasi digital masyarakat, serta mendukung inovasi transaksi Pemda seperti peluncuran Smart Tax di Kotawaringin Timur pada tahun 2022 yang memfasilitasi pembayaran pajak secara digital.
"Kenaikan Indeks ETPD Provinsi Kalteng pada Semester 2 2022 sejalan dengan tren kenaikan pada PAD Provinsi Kalimantan Tengah yaitu sebesar 32,87% atau Rp2.460,10 miliar pada tahun 2022," bebernya.
Taufik Saleh menjelaskan bahwa penguatan ETPD dan literasi digital masyarakat merupakan aspek penting untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
--page
"Berdasarkan data Indeks ETPD Semester II-2022, Provinsi Kalimantan Tengah berada pada tahap Digital dengan nilai 80,6 persen, meningkat dari Semester I-2022 dengan nilai 79,5 persen, menempatkan Provinsi Kalimantan Tengah pada peringkat 360 secara nasional," tutur Taufik. (TESTI PRISCILLA/Y)









