SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Uluh Dipah Project menjadi UMKM pertama dari Kabupaten Kotawaringin Timur yang berhasil lolos sebagai finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023 dari Kemenparekraf RI. UMKM besutan Sardi Fakhri Rakhman ini berhasil menyisihkan 7.041 peserta se-Indonesian.

"Menjadi kebanggaan tersendiri Uluh Dipah Project dapat mewakili Kabupaten Kotawaringin timur,” kata Fakhri, Rabu, 24 Mei 2023.

Usaha rumahan yang ia rintis di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau ini bergerak dibidang pengolahan produk obat herbal dan kopi rempah. Produknya mengusung nilai-nilai kearifan lokal suku dayak, warisan budaya leluhur.

"Brand Uluh Dipah Project menampilkan ciri khas ramuan obat tradisional akar bajakah dan kopi rempah kearifan budaya lokal. Ini yang mencuri perhatian tim penilai," ujarnya.

Ini menunjukkan sebuah produk dari daerah mampu bersaing dalam kancah nasional. Dirinya berharap keberhasilan Uluh Dipah Project menjadi motivasi UMKM di Kotim untuk mempromosikan diri ke luar daerah. Budaya lokal menjadi ruh dan semangat untuk memajukan Perekonomian Nasional dari daerah untuk Bangsa.

--page

"Banggalah menjadi bagian dari usaha kreatif lokal apapun lini usaha yang di tempuh baik kuliner, kriya, ataupun fasion," tutur Fakhri. 

Setelah dirinya mengikuti bootcamp 17-19 Mei 2023, Uluh Dipah Project beserta 20 finalis terbaik di Palangkaraya zona Kalteng dan Kalsel akan mengikuti pameran 23-25 Juni 2023.

"Pameran akan dihadiri mentri parekraf," demikian Fakhri. (DEWI PATMALASARI/J)