BORNEONEWS, Palangka Raya - Untuk mengembangkan produksi tanaman pangan hortikultura, Pemkot Palangka Raya berencana membeli lahan.  Lahan yang luasnya mencapai 30-an hektare yang berlokasi di Kecamatan Bukit Batu itu kini sedang diinventarisir atau dicari letaknya.

Pemkot pun masih akan menelusuri status lahan tersebut sebelum akhirnya benar-benar definitif digunakan. Penekanan itu disampaikan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio.

Posisi, saat ini, kata Mofit, masih menunggu laporan terkini dari Camat Bukit Batu “Kita masih dan harus teliti dulu untuk kepemilikan lahan. Luasan 30 hektare itu kan yang akan optimalkan melalui program Pemkot bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng sebagai mitra kerjasama,” kata Mofot, Rabu (23/3).

Dengan lahan 30 hektare itu, diharapkan bisa menjadi pusat produksi hortikultura di Palangka Raya. “Harapannya tahun ini, sebab taman teknologi pertanian (TTP) itu harus jadi hulu ledak bagi keberlanjutan usaha pertanian di wilayah itu. kita bersyukur dengan gebrakan itu,” tandasnya.

Ditanya mengenai apa program komoditas unggulan untuk dikembangkan di TTP, Mofit menyebut tanaman hortikultura. “Karena tanah di area itu lebih adaptif untuk hortikultura. Karena itu prioritas dan unggulan adalah tanaman hortikultura,” pungkasnya. (MUCHLAS ROZIKIN/*)