BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga yang ada di Kecamatan MB Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan aksi balap liar yang semakin marak.
Maraknya aksi balap liar di Kota Sampit membuat warga RT 29 di Kelurahan Mentawa Batu Hulu angkat bicara. Pihaknya menilai, penegak hukum dan pihak terkait tidak serius dalam mencegah dan menindak tegas pelaku balap liar.
"Kami kecewa, karena kami setiap malam minggu kami terganggu tidur kami. Bahkan lagi apabila kami pulang malam bekerja, di Taman Kota ini rawan sekali balap liar. Tidak jarang ada kecelakaan akibat balap liar," kata Tohir warga setempat. Selasa, 20 Juni 2023.
Dirinya bersama warga lain menyebut bahwa penegak hukum terkesan setengah hati dalam menindak balap liar yang kerap terjadi di sekitar Taman Kota Sampit.
"Jangan setengah hati, kalau kurang personelnya kami siap satu RT mengeksekusi. Jangan salahkan kami kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Biasanya petugas datang cuma foto-foto, cekrek-cekrek lalu pulang," ungkapnya.
Warga lain bernama Sukma, mengaku bahwa tempat usahanya sempat dirusak oleh sejumlah orang yang melakukan balap liar di Taman Kota Sampit.
--page
"Kaca saya pecah waktu bulan puasa lalu, karena banyak yang bersandar mereka nonton dan balapan," sebut Sukma.
Warga berharap, aparat serius dalam menangani aksi balap liar yang membahayakan warga sekitar dan penggunaan jalan lainya yang hendak beraktivitas. (BUDDI RAHMAT H/Y)









