BORNEONEWS, Nanga Bulik - Meningkatkan animo masyarakat menggunakan produk lokal harus dibarengi dengan kulaitas produk yang berdaya saing sehingga mampu bersaing dengan produk luar dan berdampak pada omzet penjualan. Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya pemerintah.
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana mengungkapkan, untuk memajukan produk lokal harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan daya saing produk hingga pemasaran. Produk berkualitas tanpa mempersiapkan pemasaran yang bagus atau sebaliknya, tentu hasilnya tidak akan optimal.
“Kami sudah mempersiapkan berbagai program, mulai dari hulu melalui pelatihan dan pembinaan hingga membantu memasarkan produk, sehingga lebih dikenal dan mudah dijangkau masyarakat,” ungkap Bupati Hendra di Nanga Bulik, Sabtu, 29 Juli 2023.
Pemkab Lamandau telah memesan sekitar 19 ribu baju batik khas Lamandau dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) daerah setempat untuk dibagikan secara gratis kepada pelajar di Kabupaten Lamandau. Selain peningkatan ekonomi pelaku UMKM, program tersebut diharapkan mampu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.
“Selain memperkenalkan batik Lamandau, kami ingin masyarakat bangga menggunakan atau membeli produk lokal,” ujarnya.
--page
Pihaknya, lanjut Bupati, juga telah meminta pegawai di lingkungan Pemkab Lamandau untuk menggunakan batik khas Lamandau di hari-hari tertentu. Dengan demikian, produk lokal khususnya dari Kabupaten Lamandau lebih dikenal masyarakat luas. Tak hanya itu, iya juga mengimbau masyarakat untuk membeli dan bangga menggunakan produk lokal.
“Dalam peningkatan daya saing produk kami juga memberikan bantuan permodalan. Harapannya produk kita lebih berkualitas dan dapat dipasarkan dengan harga terjangkau dibanding produk luar,” sebutnya.
Sementara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamandau, Rusdiyanti Hendra Lesmana mengatakan, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk pelaku UMKM Lokal, pihaknya rutin mengadakan pelatihan produksi.
“Kami bantu mereka terkait manajemen keuangan maupun meningkatkan kualitas produknya dengan cara mendatangkan narasumber di bidangnya dalam rangka bagaimana membranding dan memperbaiki kualitas produk mereka,” terangnya.
Sebagai bentuk intervensi dalam hal pemasaran, terang Rusdiyanti, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Lamandau untuk memperbanyak etalase, karena pelaku UMKM harus diberi panggung sehingga masyarakat dan wisatawan mengetahui produk Kabupaten Lamandau.
“Kalau tidak ada etalase bagi mereka dan hanya di rumah-rumah maka mereka ini akan terisolasi dengan sendirinya. Nanti kita perbanyak etalase maupun panggung-panggung mereka. Setiap even di Kabupaten Lamandau harus ada pameran-pameran produk lokal,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/J)









