BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Salampak Dohong, memberikan klarifikasi terhadap polemik yang terjadi saat ini yang mengguncang di pergurungan tinggi tempat dirinya memimpin.
Itu ia katakan saat terjadi demonstrasi mahasiswa UPR terhadap kampus negeri di Bumi Tambun Bungai pada Jumat, 8 September 2023. Menurutnya, polemik tersebut merupakan sebuah warisan dari pimpinan terdahulu.
Bahkan adanya permasalahan berupa sarana pungutan liar, prasarana fasilitas yang kurang memadai seperti kursi, kipas angin, pendingin ruangan, toilet, dan berbagai permasalahan lainnya kondisi sekarang sedang dilakukan upaya pembenahan.
"Polemik itu terjadi sejak lama dan warisan. Saat menjabat di fakultas dulu untuk pengutan saya perangi. Dan mohon maaf saat saya jadi dekan dulu fakultas memang bagus dan luar biasa," ucapnya.
Ia juga menceritakan saat dirinya masih menjadi Dekan Fakultas Pertanian UPR tahun 2003-2011 dilarang untuk melakukan pungutan liar.
--page
"Kalau ada yang kedapatan kita perangi, pungutan liar itu tidak boleh dilakukan dapat merusak citra perguruan tinggi kita. Untuk masalah tuntutan permasalahan mahasiswa ini terjadi sejak lama," tandasnya. (MARINI/J)









