BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembuatan sumur bor di kawasan gambut dipercaya sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.
Kehadiran sumur bor juga dinilai sebagai langkah yang cepat, pasalnya bisa menjadi cara paling efisien untuk mendekatkan sumber air ke lokasi rawan kebakaran.
Manfaat lain sumur bor sebagai pembasahan lahan gambut secara berkala.
Saat ini sumur bor kerap kali mengalami permasalahan, dengan adanya area yang kekeringan bahkan sulit untuk mengakses air.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), DLH Provinsi Kalimantan Tengah, Merty Ilona sumur bor memiliki batas pengoperasian tertentu sama seperti sekat kanal.
"Sekat kanal hanya berusia 3 tahun sumur bor juga sama. Kami ada tim yang melakukan kroscek di lapangan dimana sumur bor yang efektif dan bisa berfungsi," ucapnya, Sabtu, 9 September 2023.
Ia menyampaikan, bahwa di wilayah Kota Palangka Raya yang paling terdekat itu berada di daerah Bukit Tunggal, namun kapasitas jumlahnya terbatas. Bahkan keberadaan sumur bor pun ada dari pihak lain.
"Jadi yang di Kota Palangka Raya punya kami DLH di Bukit Tunggal itu hanya 50 titik. Dan yang lain itu ada yang dibangun oleh pihak lain seperti PUPR. DLH punya banyak rata-rata di daerah Kabupaten Pulang Pisau dan menjadi prioritas nomor 1," tuturnya.
Menurut pihaknya bahwa di Kabupaten Pulang Pisau sangat rawan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, dirinya juga memberitahukan, teruntuk sumur Bor Bukit Tunggal Palangka Raya yang membangunannya TSAK Bukit Tunggal. Pihaknya hanya sebagai Swakelola. (MARINI/H)









