BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, atau makhluk hidup.
ISPU memiliki 5 warna yaitu hijau (baik), biru (sedang), kuning (tidak sehat), merah (sangat tidak sehat), hitam (berbahaya). Parameter Particulate Matter (PM2,5) yang merupakan parameter pencemar udara paling berpengaruh terhadap kesehatan manusia.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), DLH Provinsi Kalimantan Tengah, Merty Ilona membenarkan hal tersebut. Dan mengatakan bahwa partikel udara yang berukuran lebih kecil 2,5 mikrometer berbahaya.
Perubahan warna dan PM di Palangka Raya tidak menentu, sewaktu-waktu dapat berubah. Hal ini membuat dirinya geleng-geleng kepala.
"Ada warna biru jadi PM 2,5 itu tinggi. Setelah hujan kemarin. Alhamdulilah ada warna hijau, udah gitu biru lagi. Ini saya selalu stres lihat ISPU ini," ucapnya, Minggu, 10 September 2023.
--page
Ia menganjurkan, agar ISPU kondisinya tetap normal. Diharapkan kerjasama semua pihak, dengan melibatkan masyarakat. Agar bersama-sama tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan polusi udara.
Contohnya, tidak melakukan pembakaran lahan maupun pembakaran sampah, pada saat musim kemarau seperti ini.
"Tercemarnya kualitas udara, tentu memberikan pengaruh terhadap ISPU kita. Apalagi saat musim kemarau seperti ini jarang terjadi turun hujan, membuat polusi udara semakin meningkat," tandasnya. (MARINI/J)









